RSS

Hemat dan Santai Jakarta – Bandung

Pengen cerita basian minggu lalu aahh…

Pergi ke Bandung dari Jakarta versi hemat dan santai

## A THREAD ##

#tripsantai #hemat #murahkebandung

Biar kekinian kayak nak twider lainnya, gua mau ikutan bikin thread ah. Pengalaman gua naik angkutan umum le Bandung. Pada mau tau ga?

Gua pas Sabtu lalu pergi ke Bandung dengan naik kuda besi alias kereta api, tjoy… Ongkosnya murmer, cuma 14.000 rupiah udah bisa sampai Bandung.

Naik apaan tuh?

Ya naik kereta api lah. Kan tadi gua udah bilang.

Loh, kok cuma 14.000? Emang ada diskon?

Ga ada diskon, bray. Cuma ada subsidi.

Kalau kalian cek KA argo parahyangan, harganya ga ada yang murah pasti.
~ ekonomi premium Rp110.000
~ eksekutif Rp150.000
~ priority Rp290.000

Nih harga tiketnya gopar sekarang

Karena mau hemat, makanya gue pilih kereta api lokalan, atau suka dibilang odong-odong. CMIIW

walaupun lokalan, keretanya tetep ekonomi AC. Yaaaa tapi kudu rebutan sama yang lainnya.

Rutenya gimana?

Nih gua kasih tau rutenya……..

Pertama kalian beli tiket KA Lokal Walahar Ekspress. Rute WalEks itu Tanjung Priok – Purwakarta. Harga tiketnya Rp6.000 aja. Bisa dibeli langsung di loket (go show) dng catatan bisa keabisan….

… atau beli via app KAI Access kayak gini. Enaknya beli tiket online itu karena udah bisa dipesan 7 hari sebelum keberangkatan. Buat jaga2 aja biar ga keabisan tiket.

beli tiket di app KAI Access

Saran gua beli tiketnya yg jam 10 pagi, biar ga mepet sama kereta selanjutnya. Kalau yg jam 11 masih bisa, tapi takutnya terlalu mepet. Karena kereta lokal selanjutnya di jam 4 sore.

Nah, udah sampai di Purwakarta, kalian siap lanjut lagi naik KA Lokal Cibatuan jurusan Purwakarta – Cibatu. Tapi pilihnya ya St Bandung. Tiketnya bisa dibeli go show atau online. Harganya Rp8.000 sahaja~~

Jadwal cuma sekali dalam sehari. Jadi jangan sampai ketinggalan. Pembelian online di KAI Access dibuka cuma di hari keberangkatan. Jadi kalo mau naik hari ini, ya hari ini aja bisa belinya. Sebelum jam 4 sore dan/atau habis

cuma ada sekali dalam sehari

Nah! Jadi udah tau kan harus naik apa aja biar bisa sampe Bandung dengan hemat dan santai. Kenapa gua bilang hemat? ya kalo dibanding naik gopar ekopre, ini kayak 12,73% nya

Lalu kenapa gua juga bilang santai? Ya ini makan waktu lama. Sekitar 5 jam di perjalanan dan 3 jam transit di Purwakarta. Makanya kalian harus santai selow tapi ga melow. Nikmatin aja.
Lama waktunya dibanding dengan naik GoPar ya sekitar hampir 3 kalinya. Naik KA Lokal WalEks + Cibatuan udah bisa jadi naik GoPar PP Jakarta-Bandung-Jakarta.

Eniweeiiii…… Ngapain aja nih pas transit di Purwakarta selama hampir 3 jam itu?

Kemarin sih gua sama suamik mengisi waktu dng solat dan jajan cantik di cafe bernama Stasiun Kopi. Lokasinya pas di kanan dari pintu keluar St. Purwakarta

Tapi kalo jajan dan ngopi di cafe itu, ya ga jadi hemat namanya. Lha wong kemarin aja akhirnya kita berdua bisa ngeluarin sekitar Rp250k. Wkwkwkwk…
Kopi, makanan, minuman, dan tempatnya emang enak sih. Worth the pay

Hahahaa…

Cukup sekian dan terima kasih udah rela ngebacain utas basian ini.

Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

ngopas aja nih dari twitter akunnya @etikwahyu

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 21, 2019 in celotehan, Perjalanan

 

Tags: , , , , , , , ,

Hai Rasa

Terima kasih telah kuat bertahan

Terima kasih telah terus berjalan

Terima kasih telah selalu mengingatkan

Bahwa yang berlalu biarlah hilang perlahan

Ketika secuil duri menusuk permukaan

Lukanya memang tak sebesar kepalan tangan

Namun rasa, kau lah yang tau ada apa gerangan

Sakit memang pasti tanpa elakkan

Tapi apakah mau tetap terpajan

Sudahlah biar duri akhirnya dibuang ke selokan

Lalu rasa akan kembali memiliki peran

Bertahan dan mencari yang memang menawan

Tanpa perlu ragu akan pahitnya kenangan

 
Leave a comment

Posted by on October 10, 2017 in celotehan

 

Tags: , ,

Let Go or Go On

When I love, I love hard.

It’s been months after the last break up, but that pain is still the same. Hurt. I didn’t know why you left me. I didn’t know why you did that. I know nothing about that. What I know was the time you said “bye”. I do remember that. I do.

Few hours after that I tried to convince myself that what had happened was good for us. I told myself that this was the best thing to happen. Our relationship went nowhere while our age kept going. The promises you made to me were never be true, even until the time you said “bye”. That was the reason why I also had the thought about you avoiding our serious commitment.

I loved you, but I didn’t love you.

Since you said “bye”, there was no more about you. Nothing was related to you. I sould’ve known that. I should’ve understood that. I should’ve realized that.

The problem was, and is, all by myself. Yeah, I hurt myself by thinking about you almost all the time just like I did when we were still together. The pain is there because I let it there. I keep the pain grows by stalking on all of your social media posts. I keep the pain exists by let it be there.

I know that I love you until now and I always want to know about what you do, where you go, what you eat, when you go somewhere, and etc. Umm… Are they signs of love or possessiveness? Can’t tell that.

Well, I’m trying to write down all things that I feel until now about me loving you that much. I think it will be such recovery for me to move on. Yeah, move on. You know what, holding on the pain of break up will not make you grow well. It will be the dementor for your happiness, though. I know that I will not really serious to accept someone new to my love life if I do keep the ex related things within me. Don’t tell me I don’ know anything to do to move on after the break up. I know the theories, but sometimes I don’t want to apply those theories. It looks like I enjoy the pain. It looks like I hurt myself.

Start now, stop stalking his social media accounts. Stop thinking about him that he is thinking about you. Stop wanting him to be back to you. Stop thinking about having a future with him. Come on, it is already done few months ago. There is no more relationship you should take care of. There is no more someone you should be worried about. There is no more dreaming about “our future”. Enough is enough.

Finally, it is my choice. If I do keep the wanting or longing for him inside me, I won’t grow anywhere better. If I do let go the pain and the past, I’m sure I will grow somewhat better than before.

In the end, let go of the pain or go on keeping the pain. Move on or stay still.

.

.

.

.

.

I choose to let go. 😊

 
1 Comment

Posted by on October 1, 2017 in celotehan, Uncategorized

 

Tags: , , , ,

Protected: Ngok’s Family: Hyungie’s Wedding

This content is password protected. To view it please enter your password below:

 
Enter your password to view comments.

Posted by on September 24, 2017 in celotehan, Perjalanan, The Ngoks Family, Uncategorized

 

Tags: , , , , , ,

Sabtu – Minggu di Bantul

Ini adalah weekend getaway pertama di tahun 2017 ini. Di penghujung liburan tahun baru, gue berhasil menjadi impulsif dan menerima ajakan piknik di Jogjakarta. Setelah share tujuan piknik masing-masing di Jogja, akhirnya diputuskan untuk fokus di daerah Bantul (atau yang akrab di telinga dengan sebutan mBantul) dengan rute yang akan gue jabarkan di sini.

Menggunakan moda transportasi pergi naik kereta dan pulang naik pesawat, harus siap bawa perlengkapan piknik pas ngantor di hari Jumat-nya. Jadwal kereta yang dipilih adalah kereta tambahan ekonomi Lempuyangan dengan jadwal sekitar jam sebelas malam (karena lagi musim libur tahun baru, makanya masih ada kereta tambahan) dan pulang melalui bandara Adi Soemarmo Solo (lokasi aslinya sih di Boyolali) di minggu sore demi menghemat ongkos perjalanan. Berangkat Jumat malam dari Stasiun Pasar Senen dengan jadwal tiba sekitar jam tujuh pagi keesokan harinya di Stasiun Lempuyangan. Selama di Jogja, gue berhemat dengan menyewa motor Vario 125 di Jogjig.com seharga 170.000 rupiah untuk 2 hari.

Sabtu 

Setiba di Stasiun Lempuyangan, gue langsung ketemuan dengan mas-mas dari penyewaan motor. Gue menyerahkan 3 kartu identitas (KTP, Kartu NPWP, ID Card kantor) sebagai jaminan peminjaman. Biaya pun sudah harus dibayar lunas saat menyerahkan kartu-kartu identitas jaminan tersebut. Jangan lupa minta jas hujan, selain helm, sebagai kelengkapan menyewa motor. Maklum saja, piknik di musim hujan ya harus siap bertemu dengan hujan di perjalanannya.

 

  • Hotel/Penginapan

Tujuan pertama adalah hotel atau tempat menginap. Kenapa? Sebagai seorang bergolongan darah A, gue akan selalu membawa banyak barang selagi bepergian karena mudah khawatir akan kejadian ini itu.

Light pack ala gue pasti ga akan pernah bisa beneran ringan, setidaknya sampai saat gue menulis ini. Bawaan yang banyak itu harys segera di taruh di kamar karena berat boookk. Kalau tidak ada fasilitas early check-in, ya harus rela bayar lebih sedikit untuk itu. Secara sudah dapat kamar menginap, mengapa tidak mandi dan ganti baju sekalian kan? Secara memang mandi terakhirnya adalah di Jumat pagi sebelum ngantor, badan pasti anyep lepek ga enak gitu deh.

  • Mangut Lele Bu Is

Setelah selesai mandi dan istirahat sebentar di kamar, tujuan selanjutnya adalah cari sarapan karena sudah laper banget. Sebenarnya udah lewat jam sarapan, sih, makanya lebih pantas disebut brunch. Tujuannya adalah Mangut Lele Bu Is yang ada di jalan imogiri barat km 12, searah dengan tujuan selanjutnya. Pas sampai di sana kebetulan baru kami yang tiba. Sempat ragu apakah sudah buka atau belum, eh ternyata sudah (saat itu masih hampir jam 10 pagi). Setelah pesan mangut lele, ibu yang melayani langsung menyajikan piring-piring penuh sayur mayur, sambal petis, dan juga mangut lele. Tak lupa satu bakul nasi. Harganya pun sekitar 20ribuan per orang kalau menurut hitungan gue. Hehehe…

 

  • Hutan Pinus Imogiri

Selepas kenyang makan dan senang, perjalanan dilanjutkan menuju Hutan Pinus Imogiri, tempat hits di kalangan anak muda Jogja. Jalan yang ditempuh sudah aspal semua dan tidak sulit untuk mencapai ke sana. Pemandangan yang ada adalah jajaran pohon pinus yang tinggi menjulang dan spot foto yang apik untuk instagram. Ada beberapa pohon yang dipasangi hammock warna warni. Ada juga kursi-kursi kayu dan ayunan kayu untuk tempat berfoto. Disediakan pula area-area khusus untuk berfoto di ketinggian biar bisa mendapatkan pemandangan hutan pinus yang lebih luas.

  • Puncak Kebun Buah Mangunan

Sudah bosan di hutan pinus, kami melanjutkan perjalanan ke Kebun Buah Mangunan. Tidak terlalu jauh dari Hutan Pinus, tetapi harus melalui banyak jalan menanjak. Kabarnya di Puncak Kebun Buah Mangunan ini cocok sekali untuk mendapatkan foto matahari tenggelam yang bagus. Karena gue datangnya siang tengah hari bolong, jadi gue cukup menikmati pemandangan dari ketinggian. Yang gue lihat adalah hamparan bukit hijau, sebuah aliran sungai yang meliuk, dan banyak orang yang berfoto. Di sini disediakan beberapa pendopo kecil dan bangku-bangku semen untuk pengunjung beristirahat sejenak. Oh iya, kami harus jalan kaki dari parkiran menuju spot Puncak Kebun Buah ini. Jalan kaki yang juga bisa diaebut trekking karena menanjak terus, meskipum disediakan tangga.

  • Bukit Panguk Mangunan

Puas dengan pemandangan ala Puncak Kebun Buah, kami lalu berpindah ke Bukit Panguk Mangunan. Tujuan ini sebenarnya baru muncul ketika di perjalanan menuju Hutan Pinus. Kami melihat papan penunjuk dan papan iklan Bukit Panguk yang menarik minat kami. Perjalanan dari Kebun Buah ke Bukit Panguk cukup jauh, sekitar lebih dari 10 km dengan kondisi jalan yang beberapa masih jalan kampung (jalan kasar karena terdiri dari jejeran batu yang berantakan). Belum banyak yang tahu lokasi wisata yang baru dibuka awal tahun 2016 ini. Meski nyatanya selalu ramai di saat pagi hari untuk menikmati momen matahari terbit. Terdapat papan-papan yang didirikan di atas jurang dengan bentuk tertentu sebagai tempat foto dengan biaya 3000 rupiah untuk dapat berfoto di situ. Ya, Bukit Panguk memang terkenal sebagai sunrise photo spot. Gue gak kebayang mengunjungi Bukit Panguk saat gelap karena jalanan yang tidak ada lampu penerang sama sekali dan melalui jajaran hutan serta sawah penduduk.

  • Thiwul Ayu Mbok Sum

Sudah puas foto-foto dan ngobrol dengan Bapak penjaga spot foto, kami pun melanjutkan perjalanan untuk berburu sunset di Pantai Parangtritis. Kami bergegas beranjak dari Bukit Panguk karena kondisi jalanan yang gelap sekali bila malam hari karena tidak adanya lampu penerangan jalan di jalanan hutan tersebut. Namun, karena belum makan siang yang benar-benar makan siang, maka kami memutuskan untuk mampir ke Thiwul Mbok Sum. Harga satu porsi thiwul original di sini hanya 6000 rupiah dan cukup mengenyangkan. Tadinya gue mau bawa beberapa porsi thiwul untuk oleh-oleh ke rumah, tetapi karena tidak bertahan lama jika tidak dimasukkan ke dalam kulkas, niat itu terpaksa batal. Padahal enak banget lho thiwulnya. Manis, kayak gue. Hehehe.

  • Pantai Parangtritis

Selepas makan thiwul, kami segera menuju ke Pantai Parangtritis mengingat hari yang sudah akan gelap. Pun terlihat di bagian langit utara Jogja yang tampak mendung. Perjalanan menuju Pantai Parangtritis kami tempuh dalam waktu kurang lebih satu jam. Jalanan yang mulus dan tidak terlalu ramai membuat gue dengan bahagia memacu motor sewaan ke arah selatan.

Sesampainya di Pantai Parangtritis, kami langsung mencari spot bagus untuk mengabadikan sunset sore itu. Si dia langsung memasang tripodnya dan mengatur lensa kamera yang akan digunakan untuk memfoto sunset. Gue? Gue sibuk melanjutkan makan thiwul yang terpaksa harus dibungkus (daripada dibuang) karena sudah kekenyangan saat di warung thiwul.

Pantai Parangtritis sore ini tidak terlalu ramai. Meski tampak beberapa rombongan turis lokal, kami masih tetap dapat menikmati suasana pantai dengan tanpa berdesak-desakan. Terlihat pula beberapa delman yang siap untuk disewa para turis untuk berkeliling garis pantai, beberapa tukang foto langsung jadi, dan beberapa pedagang makanan dan minuman. 

  • Sate Klathak Mak Adi

Dengan ditemani hujan yang cukup deras, perut lapar kami menyuruh untuk segera mampir ke tempat makan sate klathak. Awalnya kami merencanakan untuk mendatangi sate klathak yang ada di area pasar, tetapi kami tak berhasil menemukannya. Akhirnya kami pun berhenti di sebuah warung sate klathak yang cukup terkenal dan sepi di malam ini bernama Sate Klathak Mak Adi. Tanpa pikir panjang, kami segera memesan dua porsi sate klathak dan nasi putih. Laper cuy…

Minggu 

Sarapan Nasi brongkos koyor dan minum es campur di Warung Handayani

Karena terlalu letih akibat perjalanan kemarin, rencana untuk berburu sarapan di pagi hari pun harus ditiadakan. Maka kami baru bisa sarapan (nyaris makan siang) setelah check-out. Perjalanan mencari makanan di pagi menjelang siang hari ini pun kami fokuskan di sekitar alun-alun kidul. Dengan berbekal info dari searching di dunia maya, kami berhasil menjejakkan kaki di Warung Handayani.

Warung yang terkenal dengan nasi brongkosnya ini pun ternyata sudah ramai ketika kami tiba. Tak perlu berpikir lama, kami segera memesan nasi brongkos koyor dan es campur. Menurut rekomendasi banyak orang, kedua menu teraebut memang terkenal enak dan laris di Warung Handayani.

Naik kereta Prambanan Ekspres (Prameks) rute Stasiun Tugu ke Stasiun Solo Balapan

Perjalanan pulang ke Jakarta tidak kami lakukan melalui bandara Adi Sucipto. Kenapa? Tiketnya mihils. Makanya kami pilih pulang melalui bandara Adi Soemarmo, Boyolali. Tiket pesawatnya bisa beda 150-200ribu. Sedangkan ongkos naik Prameks dan Taksi dari Stasiun Solo Balapan ke bandara Adi Soemarmo bahkan tidak sampai 100ribu. Tak apalah kami harus menyingkat waktu di Jogja pada hari Minggu ini demi menghemat waktu dan biaya. Lagipula perjalanan ini kan flashpacking, semakin banyak tempat yang dilalui atau dikunjungi, semakin bahagia lah kami. Hehehe.

Kereta Prameks yang kami naiki siang itu cukup ramai. Namun karena kami dapat tempat duduk, jadilah perjalanan ke Solo siang itu yang ditemani hujan menjadi tidak terasa melelahkan. Setibanya di stasiun Solo Balapan, kami memutuskan untuk naik taksi dibandingkan naik BST karena waktu yang kami punya sekitar 2 jam lagi. Kami naik taksi dari Stasiun Solo Balapan ke Bandara Adi Soemarmo dengan biaya sekitar 60-70ribu rupiah. Biaya tersebut bisa bertambah jika jalan yang dilalui juga bertambah lama macetnya.

Sampai di Solo, kami segera melakukan check in dan bergegas menunggu di ruang tunggu penumpang di lantai atas. Pesawat dengan rute SOC – CGK yang kami naiki pun berangkat sesaat sebelum sunset hadir di langit wilayah Boyolali.

Yak, begitulah perjalanan weekend getaway gue di tahun 2017 ini. Semoga ini adalah awal dari jalan-jalan yang lebih seru dan lebih banyak di tahun ini. Apalagi bersama dia. 😘

 
Leave a comment

Posted by on February 26, 2017 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , ,

Here, There, Everywhere

Untuk cinta bersama Pos Cinta,

Memulai Februari itu harus selalu berseri-seri. Melangkahkan kaki ringan melayang seakan berlari. Bulan kedua di sepanjang tahun ini selalu menjadi spesial mengisi hati. Apa gerangan penyebab senang hati?

Februari adalah bulannya aku berulang tahun.

Februari adalah bulannya menulis surat cinta untuk semua.

Februari adalah bulannya bersama Pos Cinta.

Kepada Pos Cinta, Bosse, dan Para Tukang Pos,

Terima kasih telah menghidupkan bulan Februari tiap tahunnya dengan gelaran 30 hari menulis surat cinta.

Terima kasih telah mengadakan Pos Cinta Tribu7e di tahun ini, yang pada awalnya aku kira tak akan diadakan. Meski ini tahun kedua untukku, aku belum sempat mengenal Alm. Om Em. Makanya aku menulis untuk Pos Cinta. Namun semoga Alm. Om Em juga bisa merasakan serunya penuh cinta ini di sana.

Terima kasih, karena Pos Cinta telah membuatku mengisi blog ini tiap hari.

Cheers,

@etikwahyu

 
Leave a comment

Posted by on February 14, 2017 in celotehan, Pos Cinta, Surat Cinta, Tribu7e

 

Tags: , ,

Kopi Tak Pahit

Kepada kopi susu instan dalam sachet,

Kata orang-orang rasa kopi itu pahit. Tapi aku tak menemukan rasa pahit pada dirimu. Justru kamu sangatlah manis. Jauh lebih manis dari kopi-kopi di cafe mahal ternama itu. Ada yang bilang manisnya kamu itu malah berbahaya. Dari anggapan menyebabkan obesitas hingga memicu sakit diabetes. Ada pula orang-orang yang bilang bahwa kamu itu tidak sehat, meskipun enak. Orang-orang pun bilang kamu itu terbuat dari biji kopi dengan kualitas buruk, makanya kamu bisa didapatkan dengan harga murah di pasaran luas. Kasian kamu.

Walaupun begitu, aku tetap suka kamu.

Well, meskipun yang bernama instan itu memudahkan, tak serta merta diikuti oleh hal-hal baik. Mulai dari kopi instan, mie instan, minuman instan, makanan instan, artis instan, hingga pacar instan. Hal instan tersebut pada hakekatnya akan membuat kita merasa bahagia instan juga. Dari bahagia instan (misal minum kopi instan dan merasa puas) itu kita akan menginginkan bahagia instan berikutnya. Karena apa? Karena yang instan akan terasa sulit untuk bertahan lama.

Kepada kopi susu instan dalam sachet,

Please be nice to me. Aku suka kamu tapi jangan buat aku menggendats karena ketagihan kamu. Cukup aku ketagihan cinta si dia saja.

Salam seruput,

Il caffè latte

 
Leave a comment

Posted by on February 13, 2017 in Uncategorized